Jenis Kulit Berminyak pada Wajah

Kulit berminyak dialami oleh banyak wanita di daerah tropis. Karena pengaruh hormonal, kulit berminyak biasa dijumpai pada remaja putri (berusia 20-an tahun), meskipun ada juga wanita berumur 30-40 tahun yang mengalaminya.

Jenis kulit ini ditandai dengan tekstur kulit wajah yang cenderung kasar. Kulit berminyak disebabkan oleh produksi kelenjar minyak yang sangat aktif. Pada umumnya, bagian yang berminyak terlihat mengkilap. Ukuran pori-porinya pun termasuk besar. Akibatnya, seseorang yang memiliki jenis kulit itu mudah sekali berjerawat. Sel kulit mati pada wajah tampak lebih gelap jika terpapar udara luar, sehingga bisa berubah menjadi komedo.

a. Berbagai Penyebab Kulit Berminyak
Kulit berminyak dikarenakan kelenjar minyak sangat produktif, sehingga tidak mampu mengontrol jumlah minyak yang harus dikeluarkan. Kelenjar minyak pada kulit berminyak (yang biasanya terletak di lapisan dermis) mudah terpicu untuk bekerja lebih aktif. Pemicunya dapat berupa faktor internal ataupun eksternal.

1) Faktor Internal
Berbagai faktor internal yang menjadi pemicu aktifnya kelenjar minyak ialah sebagai berikut:
a) Faktor Genetis
Maksudnya, anak dari orang tua yang memiliki kulit berminyak cenderung mempunyai kulit berminyak juga.

b) Faktor Hormonal
Hormon manusia sangat mempengaruhi produksi keringat. Oleh karena itu, wanita yang sedang menstruasi atau hamil lebih sering berkeringat. Selain itu, stres dan banyak gerak juga dapat menjadi pemicu munculnya keringat berlebihan.

2) Faktor Eksternal
Beragam faktor eksternal yang menjadi pemicu aktifnya
kelenjar minyak ialah sebagai berikut:
- udara panas/lembap; serta
- jenis makanan yang bisa merangsang keluarnya keringat, misalnya:
- makanan yang terlalu pedas, baik karena cabai ataupun merica,
- makanan yang terlalu asin,
- makanan yang mengandung bumbu yang menyengat, seperti bawang putih,
- makanan yang terlalu berminyak, dan ^ makanan yang terlalu panas.

Kulit berminyak memerlukan perawatan khusus dibanding¬kan kulit normal. Pada jenis kulit ini, minyak berlebihan yang dibiarkan akan menjadi media yang baik bagi pertumbuhan bakteri. Hal itu mudah menimbulkan jerawat jika terjadi radang atau infeksi. Merawat kulit berminyak bukan berarti membuatnya benar- benar bebas minyak. Sebab, lemak pada kulit tetap diperlukan sebagai alat pelindung alami dari polusi serta sengatan sinar matahari dan bahan-bahan kimia yang terkandung dalam kosmetik.

Adapun yang perlu dilakukan adalah menjaga agar kadar minyak tetap seimbang dan kulit dalam keadaan bersih supaya pertumbuhan bakteri penyebab jerawat bisa terhambat.
Sebenarnya, kulit berminyak memiliki kelebihan tertentu. Kadar minyak yang berlebih dapat membantu menjaga kelem- bapan lapisan dermis, sehingga memperlambat timbulnya keriput.

b. Ciri-ciri Kulit Berminyak
Berbagai ciri kulit berminyak, terutama wajah, ialah sebagai berikut:
1) minyak di daerah T (dahi, hidung, dan dagu) tampak berlebihan;
2) tekstur kulit tebal dengan pori-pori besar, sehingga mudah menyerap kotoran;
3) gampang berjerawat;
4) tampilan wajah berkilat;
5) riasan wajah sering kali tidak dapat melekat dengan baik dan cepat luntur; serta
6) tidak mudah timbul kerutan.
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}

Related Posts

www.sebats.com