Pesona Kuku dan Faktor Perusak Kuku

Kuku telah menjadi bagian dari tren mode. Untuk mendapatkan tampilan yang cantik, tak cukup mengikuti tren terkini. Dibutuhkan perawatan agar sehat dan indah. Kuku yang cantik bukan hanya soal tampilan luar tetapi juga terjaga di dalamnya. Maka bagaimana penampilan kuku yang sehat? Lempengan kuku terlihat bersih mengilat, lentur, ujung kuku kuat serta terlihat bening tidak berwarna kekuningan, coklat, hitam atau putih seperti susu. Kuku sehat juga tidak akan bereaksi iritasi atau radang.

Kuku terdiri dari beberapa lapisan. Lapisan kulit yang terdapat di bawah kuku memiliki pembuluh kapiler sebagai suplai darah kuat sehingga terbentuk warna kemerahan. Kulit yang ada di bawah kuku dan pangkal kuku memiliki lapisan keratin yang lebih tebal dan banyak daripada kulit di bagian tubuh lainnya sebagai pembentuk lempengan kuku.

Kuku cantik
Tanda putih yang ada pada dasar kuku menyerupai bentuk bulan sabit disebut sebagai lunula. Merupakan bagian dari akar kuku yang tampak dari luar. Lunula yang sehat terlihat transparan, dengan warna merah muda karena pembuluh darah di bawahnya akan terbayang. Lunula ini hanya memberi gambaran bentuk lempengan kuku, misalnya lebar kuku ibu jari besar maka lunula terlihat semakin jelas.

Fungsi utama kuku sebenarnya sebagai pelindung ujung jari yang lembut dan penuh urat saraf. Kuku memiliki lapisan kulit ari yang terdapat pada pangkal kuku sebagai pelindung kotran. Sementara perbatasan kuku dan kulit memiliki banyak lipatan yang mudah basah dan terselip tumpukan kotoran sehingga dapat menimbulkan bakteri hingga infeksi jamur jika tidak dibersihkan.

FAKTOR KERUSAKAN KUKU
Banyak pemicu yang bisa membuat kuku rusak. Seperti kekurangan gizi, vitamin atau mineral tertentu seperti zinc, kalsium, bisa juga karena penyakit jamur kuku. Berbagai penyakit dan kondisi kesehatan tertentu juga dapat menimbulkan kelainan pada kuku. Hati-hati bagi Anda yang diet terlalu ketat, karena bisa menyebabkan permukaan kuku kasar.

Penggunaan zat pewarna yang mengenai kuku juga bisa memicu kerusakan. Selain itu, jangan sepelekan kebiasaan menggigit kuku. Penelitian dari Mayo Clinic menuturkan bahwa menggigit kuku memicu timbulnya infeksi pada kulit kuku, selain itu bakteri kotor pada kuku juga akan masuk ke dalam tubuh. Untuk mengalihkan itu, sebaiknya rutin menggunting kuku atau melakukan aktivitas yang menyibukkan tangan Anda, atau juga mengunyah permen karet.
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}

Related Posts

www.sebats.com