Waspada Terjerat Kanker Lidah ?

Kanker lidah merupakan salah satu jenis kanker dalam rongga mulut yang paling sering terjadi. Data epidemiologi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa kanker dalam rongga mulut terjadi sekitar 2%
dari keseluruhan kejadian kanker. Di amerika diperkirakan lebih dari 10.000 orang dilaporkan mengalami kanker lidah setiap tahunnya.

Seorang perokok rentan terkena serangan kanker lidah. Bagaimana mendeteksi kelainan yang ganas ini? Apakah dapat disembuhkan?. Jika diketahui sejak dini, kanker ini dapat diobati dengan baik. Namun jika terlambat dan sudah menyebar, dapat mengakibatkan gangguan menelan, berbicara, bah-kan kematian. Faktor pencetus ter-jadinya keganasan jenis ini adalah merokok dan konsumsi alkohol yang tinggi.

Beberapa penelitian menemukan dari penderita kanker lidah, 90% adalah perokok. Risiko terjadinya kanker lidah pada pero-kok enam kali lebih besar dibandingkan bukan perokok. Demikian pula halnya dengan orang yang suka mengonsumsi alkohol.

GEJALA
Pada awalnya biasanya didapatkan gambaran daerah putih pada lidah, lama kelamaan membesar dan terjadi luka. Selain gambaran putih, mungkin juga diawali dengan ada-nya gambaran merah (eritroplakia). Gejala lain yang dapat terjadi pada stadium lanjut adalah O Perdarahan pada mulut.
kanker lidah

- Sulit berbicara, mengunyah atau menelan
- Terdapat benjolan dan luka pada lidah.
- Sariawan yang tidak sembuh-
sembuh.
- Terjadi penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas.


PENGOBATAN
Untuk mengatasi masalah ini, terdapat beberapa jenis terapi, bergantung pada stadium kanker. Pembedahan merupakan pilihan pertama, jika tumor ditemukan pada stadium awal, dan biasanya terletak pada lidah bagian depan. Pembedahan tidak hanya pada ba-gian lidah, bahkan mungkin perlu dilakukan pengangkatan pada bagian-bagian tertentu dari mulut, bergantung pada kemungkinan penyebaran sel kanker.

Karena sel tumor dapat menyebar melalui kelenjar getah bening, pada kondisi tertentu diperlukan tindakan pembedahan pada kelen-jar getah bening yang berada pada leher. Tindakan pembedahan yang dilakukan berisiko menjadi gang-guan menelan atau berbicara. Dokter biasanya akan melakukan konfirmasi sebelumnya terhadap kemungkinan risiko akibat pembedahan.

Selanjutnya dilakukan tindakan radiasi untuk membunuh sisa- sisa sel kanker yang belum dapat diangkat melalui pembedahan. Untuk melakukan tindakan ini di-perlukan seorang ahli terapi radiasi yang dapat mengukur besarnya radiasi yang diberikan dan berapa kali terapi radiasi harus dilakukan. Selanjutnya dilakukan kemoterapi untuk membunuh sel kanker yang i sudah menyebar ke tempat lain i melalui pembuluh darah.

Jika kanker sudah masuk dalam stadium lanjut, dan jika letaknya pada pangkal lidah, risiko pembedahan mungkin cukup tinggi. Pada kondisi seperti ini, maka pilihan terapinya adalah pemberian radiasi dan ke-moterapi. Setelah dilakukan tindakan pem-bedahan, perlu dilakukan tindakan rehabilitasi untuk melatih penderita makan, berbicara, dan menelan. Untuk ini diperlukan ahli yang me-mang mendalami masalah ini.

PENCEGAHAN
Untuk mengatasi masalah ini, menghindari kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol merupakan keharusan. Selain itu sebaiknya menghindari paparan sinar mataha¬ri dengan intensitas yang tinggi. Meskipun belum ada fakta yang kuat, namun terdapat dugaan sinar matahari dapat mencetuskan terjadinya kanker ini.

Selain itu perlu mengatur diet, sehingga mengonsumsi makanan tinggi serat, rendah karbohidrat dan lemak.
Berkonsultasi dengan dokter gigi secara teratur juga dapat mem¬bantu menentukan diagnosis lebih dini. Rentang waktu ideal merawat kesehatan mulut minimal satu kali dalam sebulan berkonsultasi ke dokter gigi.

close