Mengenal Gejala dan Obat Alami Epilepsy

Epilepsy adalah penyakit yang disebabkan oleh kerusakan atau gangguan pada otak manusia, namun beberapa bahan alami atau tradisional kini dapat kita manfaatkan sebagai media alternative yang ampuh sebagai obat alami epilepsy. Penyakit ini dapat terjadi pada siapapun karena penyakit ini bukan termasuk penyakit menular dan bukan pula penyakit yang di akibatnya oleh faktor keturunan. Epilepsy lebih dikenal dengan sebutan ayan atau sawan dan dapat diatasi dengan bantuan orang-orang sekitar.

Penyakit yang disebabkan oleh ketidaknormalan aktivitas dalam sel otak ini biasanya dikenali dengan kejang-kejang yang tiba-tiba terjadi pada penderitanya. Nah, berikut ini adalah gejala-gejala penyakit epilepsy, yaitu:

- Penderita mengalami kebingungan yang bersifat temporer.

- Kejang-kejang atau gerakan-gerakan yang menghentak-hentak dan tidak terkontrol pada tangan, kaki dan seluruh badan.

- Hilangnya kesadaran penderita secara total.

Jika terjadi ciri-ciri diatas maka bisa dikatakan bahwa penderita mengalami sakit epilepsy. Penyakit yang satu ini memang cukup merepotkan juga, karena penderita bisa saja secara tiba-tiba kejang-kejang saat berada di tempat umum. Namun kini ragam pengobatan dapat ditempuh sebagai jalan keluar, dan banyak hal yang bisa dilakukan salah satunya, dengan memberikan obat tradisional. misalnya:

Obat Alami Epilepsy

1. Rebuslah akar baru cina, jahe, dan gula aren dalam air bersih dan rebus sampai sisa air menjadi setengahnya, kemudian disaring. Minumkanlah kepada penderita epilepsy sebanyak 1 gelas, minum 2 kali sehari secara rutin.

2. Rebuslah kembang coklat dalam air hingga tersisa hanya 1/3 bagiannya kemudian minumlah air rebusan masing-masing setengah gelas dua kali sehari.

Dua ramuan di atas mungkin dapat menjadi obat alami epilepsy. Jika kita menemukan penderita epilepsy sebaiknya hal-hal yang harus kita lakukan untuk menjauhkan mereka dari benda-benda yang berbahaya dan benturan, merebahkan penderita secara miring ke samping supaya lidah si penderita tidak menghambat pernafasan, membiarkan si penderita bergerak semaunya dan jangan meletakan apapun di mulut si penderita dan yang terakhir biarkan penderita beristirahat karena setelahnya penderita akan merasa lelah dan kebingungan.
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}

Related Posts

www.sebats.com